<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7208315439611342702</id><updated>2012-02-16T15:30:51.456+07:00</updated><category term='Syirik'/><category term='Shalat'/><category term='Thiyarah'/><category term='Haram'/><category term='Riya’ dalam ibadah'/><title type='text'>Dosa-Dosa yang Dianggap Biasa</title><subtitle type='html'>blog mengenai dosa-dosa yang sudah dianggap biasa padahal dosa ini berbahaya</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://menujukebaikan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7208315439611342702/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujukebaikan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Get Paid On Internet Free</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7208315439611342702.post-4933494756191404730</id><published>2009-03-30T19:45:00.000+07:00</published><updated>2009-03-30T19:45:00.151+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Shalat'/><title type='text'>TIDAK THUMA’NINAH DALAM SHALAT</title><content type='html'>TIDAK THUMA’NINAH DALAM SHALAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara kejahatan pencurian terbesar adalah pencurian dalam shalat. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sejahat-jahat pencuri adalah orang yang mencuri dalam shalatnya, mereka bertanya : “ bagaimana ia mencuri dalam shalatnya? Beliau menjawab : (Ia) tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya [Hadits riwayat Imam Ahmad, 5 / 310 dan dalam Shahihul jami’ hadits no : 997]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thuma’ninah adalah diam beberapa saat setelah tenangnya anggota-anggota badan. Para Ulama memberi batasan minimal dengan lama waktu yang diperlukan ketika membaca tasbih. Lihat fiqhus sunnah, sayyid sabiq : 1/ 124 (pent)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meninggalkan  Thuma’ninah, tidak meluruskan dan mendiamkan punggung sesaat ketika ruku’ dan sujud, tidak tegak ketika bangkit dari ruku’ serta ketika duduk antara dua sujud, semuanya merupakan kebiasaan yang sering dilakukan oleh sebagian besar kaum muslimin. Bahkan hampir bisa dikatakan, tak ada satu masjid pun kecuali di dalamnya terdapat orang-orang yang tidak thuma’ninah dalam shalatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thuma’ninah adalah rukun shalat, tanpa melakukannya shalat menjadi tidak sah. Ini sungguh persoalan yang sangat serius. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak sah shalat seseorang, sehingga ia menegakkan (meluruskan) punggungnya ketika ruku’ dan sujud “ (HR. Abu Dawud : 1/ 533, dalam shahih jami’ hadits No :7224)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak diragukan lagi, ini suatu kemungkaran, pelakunya harus dicegah dan diperingatkan akan ancamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Abdillah Al Asy’ari berkata : “ (suatu ketika) Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam shalat bersama shahabatnya kemudian Beliau duduk bersama sekelompok dari mereka. Tiba-tiba seorang laki-laki masuk dan berdiri menunaikan shalat. Orang itu ruku’ lalu sujud dengan cara mematuk, maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam barsabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kalian menyaksikan orang ini ? barang siapa meninggal dalam keadaan seperti ini (shalatnya) maka dia meninggal dalam keadaan di luar agama Muhammad. Ia mematuk dalam shalatnya sebagaiman burung gagak mematuk darah. Sesungguhnya perumpamaan orang yang shalat dan mematuk dalam sujudnya bagaikan orang lapar yang tidak makan kecuali sebutir atau dua butir kurma, bagaimana ia bisa merasa cukup (kenyang) dengannya. [Hadits riwayat Ibnu Khuzaimah dalam kitab shahihnya : 1/ 332, lihat pula shifatus shalatin Nabi, Oleh Al Albani hal : 131]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sujud dengan cara mematuk maksudnya : sujud dengan cara tidak menempelkan hidung dengan lantai, dengan kata lain, sujud itu tidak sempurna, sujud yang sempurna adalah sebagaimana disebutkan dalam hadits Ibnu Abbas bahwasanya ia mendengar Nabi Shallallahu’alaihi wasallam besabda : “jika seseorang hamba sujud maka ia sujud denga tujuh anggota badan (nya), wajah, dua telapak tangan, dua lutut dan dua telapak kakinya”. [HR Jamaah, kecuali Bukhari, lihat fiqhus sunnah, sayyid sabiq : 1/ 124]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaid bin wahb berkata : Hudzaifah pernah melihat seorang laki-laki tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya, ia lalu berkata : kamu belum shalat, seandainya engkau mati (dengan membawa shalat seperti ini) niscaya engkau mati di luar fitrah (Islam )yang sesuai dengan fitrah diciptakannya Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang tidak thuma’ninah dalam shalat, sedang ia mengetahui hukumnya, maka wajib baginya mengulangi shalatnya seketika dan bertaubat atas shalat-shalat yang dia lakukan tanpa thuma’ninah pada masa-masa lalu. Ia tidak wajib mengulangi shalat-shalatnya di masa lalu, berdasarkan hadits :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kembalilah, dan shalatlah, sesungguhnya engkau belum shalat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7208315439611342702-4933494756191404730?l=menujukebaikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujukebaikan.blogspot.com/feeds/4933494756191404730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7208315439611342702&amp;postID=4933494756191404730&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7208315439611342702/posts/default/4933494756191404730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7208315439611342702/posts/default/4933494756191404730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujukebaikan.blogspot.com/2009/03/tidak-thumaninah-dalam-shalat.html' title='TIDAK THUMA’NINAH DALAM SHALAT'/><author><name>Get Paid On Internet Free</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7208315439611342702.post-6049894926281318963</id><published>2009-03-29T19:16:00.000+07:00</published><updated>2009-03-29T19:18:10.796+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Haram'/><title type='text'>Duduk bersama orang-orang munafik atau fasik untuk beramah tamah</title><content type='html'>Duduk bersama orang-orang munafik atau fasik untuk beramah tamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang lemah iman bergaul dengan sebagian orang fasik dan ahli maksiat, bahkan mungkin bergaul pula dengan sebagian orang yang menghina syariat Islam, melecehkan Islam dan para penganutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak diragukan lagi, perbuatan semacam itu adalah haram dan membuat cacat akidah, Allah Subhanahu wata’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain, dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka jangnlah kamu duduk bersama orang-orang yang zhalim itu sesudah teringat (akan larangan itu) (Al An’am : 68).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, jika keadaan mereka sebagaimana yang disebutkan oleh ayat di muka, betapapun hubungan kekerabatan, keramahan dan manisnya mulut mereka, kita dilarang duduk bersama mereka, kecuali bagi orang yang ingin berdakwah kepada mereka, membantah  kebatilan atau mengingkari mereka, maka hal itu dibolehkan. Adapun bila hanya dengan diam, atau malah rela dengan keadaan mereka maka hukumnya haram. Allah Subhanahu wata’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika sekiranya kamu ridha kepada mereka maka sesungguhnya Allah tidak ridha kepada orang-orang yang fasik” (At Taubah : 96)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7208315439611342702-6049894926281318963?l=menujukebaikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujukebaikan.blogspot.com/feeds/6049894926281318963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7208315439611342702&amp;postID=6049894926281318963&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7208315439611342702/posts/default/6049894926281318963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7208315439611342702/posts/default/6049894926281318963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujukebaikan.blogspot.com/2009/03/duduk-bersama-orang-orang-munafik-atau.html' title='Duduk bersama orang-orang munafik atau fasik untuk beramah tamah'/><author><name>Get Paid On Internet Free</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7208315439611342702.post-7753975381296329600</id><published>2009-03-29T19:07:00.000+07:00</published><updated>2009-03-29T19:14:19.065+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syirik'/><title type='text'>Bersumpah dengan nama selain Allah</title><content type='html'>Bersumpah dengan nama selain Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah bersumpah dengan nama apa saja yang Ia kehendaki dari segenap makhlukNya. Sedangkan makhluk, mereka tidak di bolehkan bersumpah dengan nama selain Allah. Namun bila kita saksikan kenyataan sehari-hari, betapa banyak orang yang bersumpah dengan nama selain Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumpah salah satu bentuk pengagungan. Karenanya ia tidak layak diberikan kecuali kepada Allah Tabaroka wata’ala. Dalam sebuah hadits marfu’ dari Ibnu Umar diriwayatkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketahuilah, sesungguhnya Allah melarang kalian bersumpah dengan nama nenek moyangmu. Barang siapa bersumpah hendaknya ia bersumpah dengan nama Allah atau diam [Hadits riwayat Al Bukhari, lihat Fathul Bari : 11/ 530]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam hadits Ibnu Umar yang lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa bersumpah dengan nama selain Allah maka dia telah berbuat syirik” (HR Imam Ahmad:2/ 125, lihat pula shahihil jami’:6204)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ barang siapa bersumpah demi amanat maka dia tidak termasuk golonganku” (HR abu Dawud :no: 3253 dan silsilah Ash Shahihah :94)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu tidak boleh sumpah demi Ka’bah, demi amanat, demi kemuliaan, dan demi pertolongan. Juga tidak boleh bersumpah dengan berkah atau hidup seseorang. Tidak pula dengan kemuliaan Nabi, para wali, nenek moyang, atau anak tertua. Semua hal tersebut adalah haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa terjerumus melakukan sumpah tersebut maka kaffaratnya (tebusannya) adalah membaca : laa Ilaaha Illallah sebagaimana tersebut dalam hadits shahih :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“barangsiapa bersumpah, kemudian dalam sumpahnya ia berkata: demi latta dan ‘uzza maka hendanya ia mengucapkan: Laa Ilaaha Illallaah” (HR Bukhari, fathul Bari :11/546)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk dalam bab ini adalah beberapa lafadz syirik dan lafadz yang diharamkan, yang biasa diucapkan oleh sebagian kaum muslimin. Di antaranya adalah : Aku berlindung kepada Allah dan kepadamu, saya bertawakkal kepada Allah dan kepadamu, ini adalah dari Allah dan darimu, tak ada yang lain bagiku selain Allah dan kamu, di langit cukup bagiku Allah dan di bumi cukup bagiku kamu, kalau bukan karena Allah dan fulan, saya terlepas diri dari Islam, wahai waktu yang sial, alam berkehendak lain, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Yang benar hendaknya diucapkan dengan kata kemudian. Misalnya, saya berhasil karena Allah kemudian karena kamu. Dan dalam lafadz-lafadz yang lain. Syaikh Bin Baz]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Demikian pula dengan setiap kalimat yang mengandumg pencelaan terhadap waktu seperti, ini zaman edan, ini saat yang penuh kesialan, zaman yang memperdaya, dll. Sebab pencelaan kepada masa akan kembali kepada Allah, karena Dialah yang menciptakan masa tersebut. Syaikh Bin Baz] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk dalam bab ini pula adalah menamakan seseorang dengan nama-nama yang dihambakan kepada selain Allah seperti Abdul Masih, Abdun Nabi, Abdur Rasul, Abdul Husain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Antara istilah dan semboyan modern yang bertentangan dengan tauhid adalah :  Islam sosialis, demokrasi Islam, kehendak rakyat adalah kehendak Tuhan, agama untuk Allah dan tanah air untuk semua, atas nama arabisme, atau nama revolusi dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk hal yang diharamkan adalah memberikan gelar raja diraja, hakim para hakim atau gelar sejenisnya kepada seseorang. Memanggil dengan nama sayyid (tuan) atau yang semakna kepada orang munafik atau kafir, dengan bahasa arab atau bahasa lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk di dalamnya menggunakan kata “andaikata” yang menunjukkan penyesalan dan kebencian sehingga membuka pintu bagi syaitan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk juga yang dilarang adalah ucapan “Ya Allah ampunilah aku jika Engkau menghendaki” [Untuk pembahasan yang lebih luas, lihat mu’jamul manahi Al Lafdziyyah, syaikh Bakr Abu Zaid]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7208315439611342702-7753975381296329600?l=menujukebaikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujukebaikan.blogspot.com/feeds/7753975381296329600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7208315439611342702&amp;postID=7753975381296329600&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7208315439611342702/posts/default/7753975381296329600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7208315439611342702/posts/default/7753975381296329600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujukebaikan.blogspot.com/2009/03/bersumpah-dengan-nama-selain-allah.html' title='Bersumpah dengan nama selain Allah'/><author><name>Get Paid On Internet Free</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7208315439611342702.post-2281558902178463039</id><published>2009-01-17T22:23:00.000+07:00</published><updated>2009-01-17T22:23:00.487+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thiyarah'/><title type='text'>Thiyarah (merasa bernasib sial)</title><content type='html'>Thiyarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thiyarah adalah merasa bernasib sial atau meramal nasib buruk karena melihat burung, binatang lainnya atau apa saja. Allah Subhanahu wata’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata : Ini adalah karena (usaha) kami”. Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya”. (Al A’raf : 131)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu diantara tradisi orang Arab adalah jika salah seorang mereka hendak melakukan suatu pekerjaan, bepergian misalnya maka mereka meramal peruntungannya dengan burung. Salah seorang dari mereka memegang burung lalu melepaskannya. Jika burung itu terbang kearah kanan maka ia optimis sehingga melangsungkan pekerjaannya, sebaliknya, jika burung itu terbang ke arah kiri maka ia merasa bernasib sial dan mengurungkan pekerjaan yang diinginkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Nabi Shallallahu’alaihi wasallam hukum perbuatan tersebut diterangkan dalam sabdanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Thiyarah adalah syirik”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk dalam kepercayaan yang diharamkan, yang juga menghilangkan kesempurnaan tauhid adalah merasa bernasib sial dengan bulan–bulan tertentu. Seperti tidak mau melakukan pernikahan pada bulan shafar. Juga kepercayaan bahwa hari rabu yang jatuh pada akhir setiap bulan membawa kerugian terus menerus. Termasuk juga merasa sial dengan angka 13, nama-nama tertentu atau orang cacat. Misalnya, jika ia pergi membuka tokonya lalu di jalan melihat orang buta sebelah matanya, serta merta ia merasa bernasib sial  sehingga mengurungkan niat membuka toko. Juga berbagai kepercayaan yang semisalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua hal di atas hukumnya haram dan termasuk syirik. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam berlepas diri dari mereka. Sebagaiman disebutkan dalam hadits riwayat Imran bin Hushain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak termasuk golongan kami  orang yang melakukan atau meminta tathayyur, meramal atau meminta diramalkan (dan saya kira juga bersabda) dan yang menyihir atau yang meminta disihirkan [Hadits riwayat at Thabrani dalam Al Kabir : 18 / 162, lihat shahihul jami’ no : 5435].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang terjerumus melakukan hal-hal diatas hendaknya membayar kaffarat (denda) sebagaimana yang dituntunkan Nabi Shallallahu’alaihi wasallam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“barangsiapa yang (kepercayaan) thiyarahnya  mengurungkan hajat (yang hendak dilakukannya) maka ia telah berlaku syirik, mereka bertanya :  Wahai Rasulullah , apa kaffarat (tebusan)  dari padanya? Beliau bersabda : Hendaklah salah seseorang dari mereka mengatakan : “ ya Allah, tiada kebaikan kecuali kebaikan dari Engkau, tiada kesialan kecuali kesialan dari Engkau dan tidak ada  sembahan yang hak selain Engkau [Hadits riwayat Imam Ahmad : 2/220, As silsilah Ash shahihah no : 1065 (hadits ini lemah, sebaiknya disebutkan dengan menerangkan kelemahannya, bin Baz)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa pesimis atau bernasib sial termasuk salah satu tabiat jiwa manusia. Suatu saat, perasaan itu menekan begitu kuat dan pada saat yang lain melemah. Penawarnya yang paling ampuh adalah tawakkal kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Masud Radhiallahu’anhu berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Dan tiada seorangpun di antara kita kecuali telah terjadi dalam jiwanya sesuatu dari hal ini, hanya saja Allah menghilangkannya dengan tawakkal (kepadaNya) [Hadits riwayat Abu Dawud, no : 3910, dalam silsilah Ash Shahihah hadits no : 430]&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7208315439611342702-2281558902178463039?l=menujukebaikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujukebaikan.blogspot.com/feeds/2281558902178463039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7208315439611342702&amp;postID=2281558902178463039&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7208315439611342702/posts/default/2281558902178463039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7208315439611342702/posts/default/2281558902178463039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujukebaikan.blogspot.com/2009/01/thiyarah-merasa-bernasib-sial.html' title='Thiyarah (merasa bernasib sial)'/><author><name>Get Paid On Internet Free</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7208315439611342702.post-9172043473946370219</id><published>2009-01-16T21:44:00.000+07:00</published><updated>2009-01-16T22:22:55.903+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riya’ dalam ibadah'/><title type='text'>Riya’ dalam ibadah</title><content type='html'>Riya’ dalam ibadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara syarat diterimanya amal shalih adalah bersih dari riya’ dan sesuai dengan sunnah. Orang yang melakukan ibadah dengan maksud agar dilihat orang lain maka ia telah terjerumus pada perbuatan syirik kecil, dan amalnya menjadi sia-sia belaka. Misalnya shalat agar dilihat orang lain. Allah Tabaroka wata’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apa bila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan shalat) di hadapan Allah. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali”. (An Nisaa : 142)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga jika ia melakukan suatu amalan dengan tujuan agar diberitakan dan didengar oleh orang lain, ia termasuk syirik kecil. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam memberi peringatan kepada mereka dalam hadits yang di riwayatkan oleh Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa melakukan perbuatan sum’ah, niscaya Allah akan menyebarkan aibnya dan barang siapa melakukan perbuatan riya’ niscaya Allah akan menyebarkan aibnya”. (HR. Muslim :4/2289)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa melakukan suatu ibadah tetapi ia melakukannya karena mengharap pujian manusia di samping ridha Allah maka amalannya  menjadi sia-sia belaka, seperti disebutkan dalam hadits qudsi  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ku adalah sekutu yang Maha Cukup, sangat menolak perbuatan syirik, barangsiapa melakukan suatu amal dengan dicampuri perbuatan syirik kepadaKu, niscaya Aku tinggalkan dia dan (tidak aku terima) amal syiriknya”. (HR. Muslim. Hadits no : 2985)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa melakukan suatu amal shalih, tiba-tiba terdetik dalam hatinya perasaan riya’, tetapi ia membenci perasaan tersebut berusaha melawan dan menyingkirkannya maka amalannya tetap sah. Berbeda halnya jika ia hanya diam dengan timbulnya perasaan riya’ tersebut, tidak berusaha menyingkirkan bahkan malah menikmatinya maka menurut sebagian besar ulama, amal yang dilakukannya menjadi batal dan sia-sia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7208315439611342702-9172043473946370219?l=menujukebaikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujukebaikan.blogspot.com/feeds/9172043473946370219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7208315439611342702&amp;postID=9172043473946370219&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7208315439611342702/posts/default/9172043473946370219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7208315439611342702/posts/default/9172043473946370219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujukebaikan.blogspot.com/2009/01/riya-dalam-ibadah.html' title='Riya’ dalam ibadah'/><author><name>Get Paid On Internet Free</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7208315439611342702.post-2702224254554753033</id><published>2009-01-04T19:16:00.000+07:00</published><updated>2009-01-04T19:20:55.269+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syirik'/><title type='text'>Kepercayaan adanya pengaruh bintang dan planet terhadap berbagai kejadian dan kehidupan manusia</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kepercayaan adanya pengaruh bintang dan planet terhadap berbagai kejadian dan kehidupan manusia&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Zaid bin Khalid Al Juhani, Ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam shalat bersama kami, shalat subuh di Hudaibiyah – Di mana masih ada bekas hujan yang turun di malam harinya- setelah beranjak beliau menghadap para sahabatnya seraya berkata:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kalian mengetahui apa yang difirmankan oleh Robb kalian? Mereka menjawab : “ Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui”. Allah berfirman : Pagi ini di antara hambaKu ada yang beriman kepadaKu dan ada pula yang kafir. Adapun orang yang berkata: kami diberi hujan denagn karunia Allah dan rahmatNya maka dia beriman kepadaKu dan kafir terhadap bintang. Adapun orang yang berkata: (hujan ini turun) karena bintang ini dan bintang itu maka dia telah kufur kepadaKu dan beriman kepada bintang” (HR Al Bukhari, lihat Fathul Baari : 2/ 333).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk dalam hal ini adalah mempercayai Astrologi (ramalan bintang) seperti yang banyak kita temui di Koran dan majalah. Jika ia mempercayai adanya pengaruh bintang dan planet-planet tersebut maka dia telah musyrik. Jika ia membacanya sekedar untuk hiburan  maka ia telah melakukan perbuatan maksiat dan berdosa. Sebab tidak dibolehkan mencari hiburan dengan membaca hal-hal syirik. Di samping syaitan terkadang berhasil menggoda jiwa manusia sehingga ia percaya kepada hal-hal syirik tersebut, maka membacanya termasuk sarana dan jalan menuju kemusyrikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Termasuk syirik&lt;/span&gt;, mempercayai adanya manfaat pada sesuatu yang tidak dijadikan demikian oleh Allah Tabaroka wata’ala. Seperti kepercayaan sebagian orang terhadap jimat, mantera-mantera berbahu syirik, kalung dari tulang, gelang logam dan sebagainya, yang penggunaannya sesuai dengan perintah dukun, tukang sihir, atau memang merupakan kepercayaan turun menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengalungkan barang-barang tersebut di leher, atau pada anak-anak mereka untuk menolak ‘ain (pengaruh jahat yang disebabkan oleh rasa dengki seseorang dengan pandangan matanya; kena mata). Demikian anggapan mereka. Terkadang mereka mengikatkan barang-barang tersebut pada badan, manggantungkannya di mobil atau rumah, atau mereka mengenakan cincin dengan berbagai macam batu permata, disertai kepercayaan tertentu, seperti untuk tolak bala’ atau untuk menghilangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal semacam ini, tak diragukan lagi sangat bertentangan dengan (perintah) tawakkal kepada Allah. Dan tidaklah hal itu menambah kepada manusia, selain kelemahan. Belum lagi ia termasuk berobat dengan sesuatu yang diharamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai jimat yang digantungkan, sebagian besar dari padanya termasuk syirik jaly (yang nyata). Demikian pula dengan minta pertolongan kepada sebagian jin atau setan, gambar-gambar yang tak bermakna, tulisan-tulisan yang tak berarti dan sebagainya. Sebagian tukang tenung (sulap) menulis ayat-ayat Al Qur’an dan mencampur-adukkannya dengan hal lain yang termasuk syirik. Bahkan sebagian mereka menulis ayat-ayat Al Qur’an dengan barang yang najis atau dengan darah haid. Menggantungkan atau mengikatkan segala yang disebutkan di atas adalah haram. Ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu’alaihi wasallam :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Barangsiapa yang menggantungkan jimat maka dia telah berbuat syirik [HR Imam Ahmad :4/ 156 dan dalam silsilah hadits shahihah hadits No : 492].&lt;/blockquote&gt;Orang yang melakukan perbuatan tersebut, jika ia mempercayai bahwa berbagai hal itu bisa mendatangkan manfaat atau madharat (dengan sendirinya) selain Allah maka dia telah masuk dalam golongan pelaku syirik besar. Dan jika ia mempercayai bahwa berbagai hal itu merupakan sebab bagi datangnya manfaat, padahal Allah tidak menjadikannya sebagai sebab, maka dia telah terjerumus pada perbutan syirik kecil, dan ini  masuk dalam kategori syirkul asbab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7208315439611342702-2702224254554753033?l=menujukebaikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujukebaikan.blogspot.com/feeds/2702224254554753033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7208315439611342702&amp;postID=2702224254554753033&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7208315439611342702/posts/default/2702224254554753033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7208315439611342702/posts/default/2702224254554753033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujukebaikan.blogspot.com/2009/01/kepercayaan-adanya-pengaruh-bintang-dan.html' title='Kepercayaan adanya pengaruh bintang dan planet terhadap berbagai kejadian dan kehidupan manusia'/><author><name>Get Paid On Internet Free</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7208315439611342702.post-5939914972640159018</id><published>2009-01-04T19:09:00.001+07:00</published><updated>2009-01-04T19:13:20.460+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syirik'/><title type='text'>Sihir, Perdukunan dan Ramalan</title><content type='html'>Sihir, Perdukunan dan Ramalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temasuk syirik yang banyak terjadi adalah sihir, perdukunan dan ramalan. Adapun sihir, ia termasuk perbuatan kufur dan di antara tujuh dosa besar yang menyebabkan kebinasaan. Sihir hanya mendatangkan bahaya dan sama sekali tidak bermanfaat bagi manusia. Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi madharat kepadanya dan tidak memberi manfaat (Al Baqarah : 102).  &lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang” (Thaha : 69)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mengajarkan sihir adalah kafir. Allah Subhanahu wata’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir) hanya syaitan-syaitan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu kepada seseorangpun) sebelum mengatakan, “sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. (Al Baqarah : 102).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukuman bagi tukang sihir adalah dibunuh, pekerjaannya haram dan jahat. Orang-orang bodoh, sesat dan lemah iman pergi kepada para tukang sihir untuk berbuat jahat kepada orang lain atau untuk membalas dendam kepada mereka. Di antara manusia ada yang melakukan perbuatan haram, dengan mendatangi tukang sihir dan memohon pertolongan padanya agar terbebas dari pengaruh sihir yang menimpanya. Padahal seharusnya ia mengadu dan kembali kepada Allah, memohon kesembuhan dengan KalamNya, seperti dengan Mu’awwidzat (surat Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas) dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukun dan tukang ramal itu memanfaatkan kelengahan orang-orang awam (yang minta pertolongan padanya) untuk mengeruk uang mereka sebanyak-banyaknya. Mereka menggunakan banyak sarana untuk perbuatannya tersebut. Di antaranya dengan membuat garis di pasir, memukul rumah siput, membaca (garis) telapak tangan,cangkir, bola kaca, cermin, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sekali waktu mereka benar, maka sembilan puluh sembilan kalinya hanyalah dusta belaka. Tetapi tetap saja orang-orang dungu tidak mengingat, kecuali waktu yang sekali itu saja. Maka mereka pergi kepada para dukun dan tukang ramal untuk mengetahui nasib mereka di masa depan, apakah akan bahagia, atau sengsara, baik dalam soal pernikahan, perdagangan, mencari barang-barang yang hilang atau yang semisalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum orang yang mendatangi tukang ramal atau dukun, jika mempercayai terhadap apa yang dikatakannya adalah kafir, keluar dari agama Islam. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Barang siapa mendatangi dukun dan tukang ramal, lalu membenarkan apa yang dikatakannya, sungguh dia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad”. (HR Ahmad: 2/ 429, dalam shahih jami’ hadits, no : 5939)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jika orang yang datang tersebut tidak mempercayai bahwa mereka mengetahui hal-hal ghaib, tetapi misalnya pergi untuk sekedar ingin tahu, coba-coba  atau sejenisnya, maka ia tidak tergolong orang kafir, tetapi shalatnya tidak diterima selama empat puluh hari. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Barang siapa mendatangi tukang ramal, lalu ia menanyakan padanya tentang sesuatu, maka tidak di terima shalatnya selama empat puluh malam” (Shahih Muslim : 4 / 1751).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini masih pula harus dibarengi dengan tetap mendirikan shalat (wajib) dan bertaubat atasnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7208315439611342702-5939914972640159018?l=menujukebaikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujukebaikan.blogspot.com/feeds/5939914972640159018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7208315439611342702&amp;postID=5939914972640159018&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7208315439611342702/posts/default/5939914972640159018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7208315439611342702/posts/default/5939914972640159018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujukebaikan.blogspot.com/2009/01/sihir-perdukunan-dan-ramalan.html' title='Sihir, Perdukunan dan Ramalan'/><author><name>Get Paid On Internet Free</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7208315439611342702.post-7725180369798636417</id><published>2009-01-04T15:11:00.000+07:00</published><updated>2009-01-04T15:11:00.175+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syirik'/><title type='text'>Menghalalkan Apa Yang Diharamkan Oleh Allah Atau Sebaliknya</title><content type='html'>Menghalalkan Apa Yang Diharamkan Oleh Allah Atau Sebaliknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara contoh syirik besar -dan hal ini umum dilakukan– adalah menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah atau sebaliknya. Atau kepercayaan bahwa seseorang memiliki hak dalam masalah tersebut selain Allah Subhanahuwa ta’ala. Atau berhukum kepada perundang-undangan jahiliyah secara sukarela dan atas kemauannya. Seraya menghalalkannya dan kepercayaan bahwa hal itu dibolehkan . Allah menyebutkan kufur besar ini dalam firmanNya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah”. (At Taubah : 31)&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Ketika Adi bin hatim mendengar ayat tersebut yang sedang dibaca oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam ia berkata : “ orang-orang itu tidak menyembah mereka. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dengan tegas bersabda : “Benar, tetapi meraka (orang-orang alim dan para rahib itu) menghalalkan untuk mereka apa yang diharamkan oleh Allah, sehingga mereka menganggapnya halal. Dan mengharamkan atas mereka apa yang dihalalkan oleh Allah, sehingga mereka menganggapnya sebagai barang haram, itulah bentuk ibadah mereka kepada orang-orang alim dan rahib [Hadits riwayat Al Baihaqi, As sunanul Kubra : 10/ 116, Sunan At Turmudzi no : 3095, Al Albani menggolongkannya dalam hadits hasan. lihat ghayatul muram: 19].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menjelaskan, di antara sifat orang-orang musyrik adalah sebagaimana dalam firmanNya : &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;“Dan meraka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah)”. (At Taubah : 29).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah : Terangkanlah kepadaku tentang rizki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal. Katakanlah : Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan kedustaan atas Allah? (Yunus : 59).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7208315439611342702-7725180369798636417?l=menujukebaikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujukebaikan.blogspot.com/feeds/7725180369798636417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7208315439611342702&amp;postID=7725180369798636417&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7208315439611342702/posts/default/7725180369798636417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7208315439611342702/posts/default/7725180369798636417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujukebaikan.blogspot.com/2009/01/menghalalkan-apa-yang-diharamkan-oleh.html' title='Menghalalkan Apa Yang Diharamkan Oleh Allah Atau Sebaliknya'/><author><name>Get Paid On Internet Free</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7208315439611342702.post-1656289199549414201</id><published>2009-01-03T16:43:00.002+07:00</published><updated>2009-01-03T16:43:00.652+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syirik'/><title type='text'>Bernadzar dan Menyembelih Binatang Untuk Selain Allah</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bernadzar Untuk Selain Allah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Termasuk syirik adalah bernadzar untuk selain Allah seperti yang dilakukan oleh sebagian orang yang bernadzar memberi lilin dan lampu untuk para ahli kubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menyembelih Binatang Untuk Selain Allah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk syirik besar adalah menyembelih binatang untuk selain Allah.padahal Allah Tabaroka wata’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah” ( Al Kutsar : 2)&lt;/blockquote&gt;Maksudnya berkurbanlah hanya untuk Allah dan atas namaNya. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah” (HR Muslim, shahih Muslim No : 1978)&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Pada binatang sembelihan itu terdapat dua hal yang diharamkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt; : penyembelihannya untuk selain Allah, dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kedua&lt;/span&gt; : penyembelihannya dengan atas nama selain Allah. Keduanya menjadikan daging binatang sembelihan itu tidak boleh dimakan. Dan termasuk penyembelihan jahiliyah -yang terkenal di zaman kita saat ini- adalah menyembelih untuk jin. Yaitu manakala mereka membeli rumah atau membangunnya, atau ketika menggali sumur mereka menyembelih di tempat tersebut atau di depan pintu gerbangnya sebagai sembelihan (sesajen) karena takut dari gangguan jin [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;lihat Taisirul Azizil Hamid, hal : 158&lt;/span&gt;]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7208315439611342702-1656289199549414201?l=menujukebaikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujukebaikan.blogspot.com/feeds/1656289199549414201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7208315439611342702&amp;postID=1656289199549414201&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7208315439611342702/posts/default/1656289199549414201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7208315439611342702/posts/default/1656289199549414201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujukebaikan.blogspot.com/2009/01/bernadzar-dan-menyembelih-binatang.html' title='Bernadzar dan Menyembelih Binatang Untuk Selain Allah'/><author><name>Get Paid On Internet Free</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7208315439611342702.post-4295981200893816559</id><published>2009-01-03T14:19:00.002+07:00</published><updated>2009-01-03T14:24:27.453+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syirik'/><title type='text'>Menyembah Kuburan</title><content type='html'>Yakni kepercayaan bahwa para wali yang telah meninggal dunia bisa memenuhi hajat, serta bisa membebaskan manusia dari berbagai kesulitan. Karena kepercayaan ini. mereka lalu meminta pertolongan dan bantuan kepada para wali yang telah meninggal dunia, padahal Allah Subhanahu wata’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia" (Al Isra’ :23)&lt;/blockquote&gt;Termasuk dalam kategori menyembah kuburan adalah memohon kepada orang-orang yang telah meninggal, baik para nabi, orang-orang shaleh, atau lainnya untuk mendapatkan syafaat atau melepaskan diri dari berbagai kesukaran hidup. Padahal Allah Subhanahu wata’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa  kepadaNya dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? (An Naml : 62)&lt;/blockquote&gt;Sebagian mereka, bahkan membiasakan dan mentradisikan menyebut nama syaikh atau wali tertentu, baik dalam keadaan berdiri, duduk, ketika melakukan sesuatu kesalahan, dalam setiap situasi sulit, ketika di timpa petaka, musibah atau kesukaran hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antaranya ada yang menyeru : “ ahai Muhammad.” Ada lagi yang menyebut  :“Wahai Ali”. Yang lain lagi menyebut : “Wahai Jailani”. Kemudian ada yang menyebut : “Wahai Syadzali”. Dan yang lain menyebut : “Wahai Rifai. Yang lain lagi : “Al Idrus sayyidah Zainab, ada pula yang menyeru : “Ibnu ‘Ulwan dan masih banyak lagi. Padahal Allah telah menegaskan:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu” (Al A’raaf : 194)&lt;/blockquote&gt;Sebagian penyembah kuburan ada yang berthawaf (mengelilingi) kuburan tersebut, mencium setiap sudutnya, lalu mengusapkannya ke bagian-bagian tubuhnya. Mereka juga menciumi pintu kuburan tersebut dan melumuri wajahnya dengan tanah dan debu kuburan. Sebagian bahkan ada yang sujud ketika melihatnya, berdiri di depannya dengan penuh khusyu’, merendahkan dan menghinakan diri seraya mengajukan permintaan dan memohon hajat mereka. Ada yang meminta sembuh dari sakit, mendapatkan keturunan, digampangkan urusannya dan tak jarang di antara mereka yang menyeru : Ya sayyidi aku datang kepadamu dari negeri yang jauh maka janganlah engkau kecewakan aku. Padahal Allah Subhanahu wata’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Dan siapakah yang lebih sesat dari pada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tidak dapat memperkenankan (do’anya) sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) do’a mereka”. (Al Ahqaaf : 5)&lt;/blockquote&gt;Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Barang siapa mati dalam keadaan menyembah sesembahan selain Allah  niscaya akan masuk neraka (HR Bukhari, fathul bari : 8/176)&lt;/blockquote&gt;Sebagian mereka, mencukur rambutnya di pekuburan, sebagian lagi membawa buku  yang berjudul : Manasikul hajjil masyahid (tata cara ibadah haji di kuburan keramat). Yang mereka maksudkan dengan  masyahid adalah kuburan kuburan para wali. Sebagian mereka mempercayai bahwa para wali itu mempunyai kewenangan  mengatur alam semesta, dan mereka bisa memberi madharat dan manfaat. Padahal Allah Tabaroka wata’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Jika Allah menimpakan sesuatu kemadharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu maka tidak ada yang dapat menolak karuniaNya” (Yunus : 107)&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7208315439611342702-4295981200893816559?l=menujukebaikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujukebaikan.blogspot.com/feeds/4295981200893816559/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7208315439611342702&amp;postID=4295981200893816559&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7208315439611342702/posts/default/4295981200893816559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7208315439611342702/posts/default/4295981200893816559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujukebaikan.blogspot.com/2009/01/menyembah-kuburan.html' title='Menyembah Kuburan'/><author><name>Get Paid On Internet Free</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7208315439611342702.post-8594653743202349586</id><published>2009-01-03T14:06:00.000+07:00</published><updated>2009-01-03T14:07:36.017+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syirik'/><title type='text'>Pengertian Syirik</title><content type='html'>Syirik atau menyekutukan Allah adalah sesuatu yang amat diharamkan dan secara mutlak ia merupakan dosa yang paling besar. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abi Bakrah bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maukah aku kabarkan kepada kalian dosa yang paling besar (tiga kali) ? mereka menjawab : ya, wahai Rasulullah ! beliau bersabda : menyekutukan Allah“ (muttafaq ‘alaih, Al Bukhari hadits nomer : 2511)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap dosa kemungkinan diampuni oleh Allah Subhanahu wata’ala, kecuali dosa syirik, ia memerlukan taubat secara khusus, Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakiNya (An Nisa : 48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara macam syirik adalah syirik besar. Syirik ini menjadi penyebab keluarnya seseorang dari agama Islam, dan orang yang bersangkutan, jika meninggal dalam keadaan demikian, akan kekal di dalam neraka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7208315439611342702-8594653743202349586?l=menujukebaikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujukebaikan.blogspot.com/feeds/8594653743202349586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7208315439611342702&amp;postID=8594653743202349586&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7208315439611342702/posts/default/8594653743202349586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7208315439611342702/posts/default/8594653743202349586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujukebaikan.blogspot.com/2009/01/pengertian-syirik.html' title='Pengertian Syirik'/><author><name>Get Paid On Internet Free</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
